Friday, March 19, 2010

AKU TERANGSANG TUBUH ADIK IPARKU

aku robin 30 tahun seorang suami dan ayah dari anak berumur 2 thn.
kami tinggal serumah dengan 2 adik iparku. yang pertama novi, 26 thn dan ana 22 tahun.

aku akrab dengan novi karena ramah dan agak lugu. sedangkan ana agak sedikit judes
kantorku dan novi satu gedung di jl. tb. simatupang. dua tahun lalu, sewaktu salah satu kenalanku yang juga tenant digedung itu membutuhkan seorang resepsionis, novi-lah yang aku rekomendasikan.
tiap hari novi menumpang motorku pergi dan pulang kerja.
jadi bisa dimengerti mengapa aku sangat akrab dengan novi.

paras novi bias saja tidak semanis ana atau istriku.
tingginya 162 cm, dengan berat 45 kg. tubuhnya padat sekal, pundaknya agak bungkuk. sebabnya adalah karena novi punya payudara yang besar namun proporsional dng tubuhnya.
dari pembicaraan perempuan antara novi, ana dan istriku, ukuran buahdada novi 34C.ukuran yang agak susah, lingkarnya 34 tapi cup-nya C. waktu masih sma di purwokerto, novi agak minder karena ukuran bukit kembarnya yang lebih besar dari teman-2nya, maklum kota kecil. maka novi sering membungkuk agar buahdadanya tidak terlalu menonjol. sekarang setelah kuliah dan kerja di jakarta, novi sadar ukurannya itu menjadi kebanggaannya.

perutnya rata membuat jelas tonjolan buahdadanya dan pinggulnya melekuk hampir sempurna, membuatku mudah membayangkan ungkapan gitar spanyol. dan yang paling aku kagumi adalah pantatnya yang kencang tertarik keatas. mudah melihat semua keindahan segitiga emas itu sewaktu ia memakai rok span atau celana streetch dan t-shirt ketatnya.

yang juga membuatku mudah mengetahui semua itu adalah, dirumah novi agak sembrono berpakaian.
ia tidak pernah memakai bh, membuat buahdadanya berayun indah dan kadang putingnya tercetak di t-shirt nya. daster dari kain katun lemas membentuk setiap lekuk tubuhnya.
satu lagi kamar mandi jarang dikunci (karena memang kunci kamar mandi kami kadang bermasalah), aku pernah melihat seluruh tubuhnya, hanya sekian detik karena kekagetanku dan ada orang lain dirumah.
buahdadanya yang hampir menyembul karena robekan baju dibawah ketiaknya.

sikapnya akrab dan manja padaku mungkin juga karena ia menganggapku sebagai kakaknya sendiri.
awalnya aku memandang novi dengan cara yang sama, mengasihinya sebagai adikku ditambah aku memang tdk punya adik kandung perempuan.
tapi lama-kelamaan, laki-2 mana yang bisa terus berpikiran sehat jika hampir tiap hari melihat tubuh adik iparnya indah menantang birahi. pantat yang telah matang, buahdada yang segar ranum.

aku jadi sulit berkonsentrasi dan sering berfantasi sedang meggumuli tubuhnya.

ada keinginan untuk menikmati birahi bersamanya tapi aku takut.
namun sikapnya dan kebiasannya membuatku berpikiran jangan-2 itu ajakan untuk mereguk kenikmatan yang terlarang.

kebingungan dan keresahanku berlangsung berbulan-bulan sampai akhirnya...

hari jumat sore, novi meminta diantar ke rumah temannya di depok utk mengambil kamera digitalnya yang akan dipakai besok. aku agak malas karena sore itu agak mendung, tapi aku tidak bisa menolak rayuan dan rengekan manjanya.

kami pulang jam 21.00. keluar dari jl. margonda kearah pasar minggu, hujan akhirnya turun.
disekitar UI agak gelap dan sepi, kami akhirnya berteduh di pos kosong.
novi duduk agak merapat, secara naluri ia mencari perlindungan dari orang yang dianggap kakaknya, atau....
aku berdebar.

terlintas tiba-2 dalam otakku, suatu ide yang mungkin menjelaskan apa makna kemanjaannya. dan kalau ia marah aku bisa berdalih ingin melindunginya.

tanganku merangkul pinggangnya (bukan pundaknya, kusengaja) kutarik tubuhnya lebih merapat, ia tersenyum tubuhnya tidak menolak. tapi reaksinya membuatku tambah bingung.
kutarik nafas dan kukumpulkan keberanianku.

"nov..." panggilku pelan
wajahnya berpaling kearahku, wajah kami sangat dekat.
langsung kucium bibirnya, kulumat lembut bibir bawahnya.
aku tak tahu berapa lama, tapi yang jelas novi mendorongku. tidak jelas apa yang tergambar diwajahnya karena keadaan pos yang agak remang.
hening diantara kami.

"mas...apa.." novi tidak melanjutkan kata-katanya.
akhirnya kuceritakan apa yang selama ini kurasakan, ttg kebiasaannya, ttg tubuhnya yang menantang birahiku, ttg keresahanku. aku coba mempersalahkan dia.

novi menarik nafas berat berulang kali.

melihatnya gundah, kupeluk tubuhnya, kucumbui bibirnya, kali ini novi terdiam.
bibir itu kunikmati, novi masih diam. tanganku mulai meraba tubuhnya, kulepas kancing, kutarik blous-nya dari jepitan roknya. tanganku menelusup kebalik bh-nya mencari gumpalan daging indah didadanya. kuremas lembut, kenyal terasa, ohhh.... inilah bukit kembar yang selalu kurindukan.

makin berani, kulepas kaitan bh-nya, kini buahdadanya terbuka dihadapanku, samar tapi siluetnya indah merangsang.
kuisap putingnya, kupilin dng lidahku, tubuhku ...
...merinding nikmat, kurasakan kulit novi juga merinding. tubuhnya mulai bergerak pelan. tangannya meremas rambutku.

novi mulai terangsang ia menikmati kulumanku di bukit-2nya.
tanganku mencoba masuk kedalam roknya tapi sempit.

"sudah mas.." "nanti ada orang" novi menyadarkanku.
ia melepaskan buahdadanya dari rengkuhanku.
dengan cepat novi mengenakan kembali kain yang membalut tubuhnya. aku terdiam, perasanku campur aduk, nafasku tersenggal nafsuku masih membara.
kutarik lagi tubuh novi. kembali bibirnya kucumbu, kali ini novi membalas. kami berpagutan, lidah kami berkaitan, ludah bercampur, mulut kami basah oleh birahi.

cumbuan panas kami terhenti ketika kelebat lampu mobil yang masuk ke UI menerangi pos jaga.

kurangkul novi, "mas sangat menginginkanmu nov... mas mencintaimu", apakah kau punya perasaan yang sama?"

novi diam tak menjawab pertanyaanku.
"novi membalas hasrat mas robin, apakah karena mencintai mas atau karena alasan lain...?"tanyaku lagi.
"aku tak mau membahasnya mas" jawab novi singkat

tidak ada percakapan setelah itu. hampir jam 23.00 kami sampai dirumah kami, di pancoran.

malam itu aku tidak bisa tidur. pikiranku berkecamuk. aku blm mendapat jawaban dari sikap novi, ada rasa nikmat yang masih menempel di tubuhku sekaligus penasaran ingin menuntaskan apa yang kami lakukan.
aku yakin novipun dikamarnya tidak bisa tidur. gadis yang tubuhnya belum pernah disentuh lelaki, baru saja di cumbu dan dirangsang.
kalaupun akalnya menolak aku yakin tubuhnya tidak dapat membohongi dirinya.

jam 02.15 aku keluar kamar berharap novi juga keluar. aku menonton TV diruang tengah. akhirnya yang kuharap terjadi, hampir jam 03.30 novi keluar kamar katanya ingin ke toilet.

dari toilet kutarik novi ke ruang tamu yang gelap. agak berat novi menuruti ajakanku.

"nov... mas rindu padamu" rayuku
"nanti ketahuan mas" sambil ia menolak pelukanku.
"jangan ribut..." kupeluk tubuhnya, tanganku meremas pantatnya sambil kuciumi wajahnya.
novi hanya memegangi tanganku.

kutarik dasternya keatas, melepas dari tubuhnya. kini novi telanjang dihadapanku tanpa sehelai benang.
"sial...!" umpatku dalam hati. gelap membuat mataku tidak bisa menikmati polos tubuhnya. kuremas buahdadanya.
tubuhku mulai memanas dari kaki sampai wajahku.

kutidurkan tubuhnya ke lantai berkarpet. kulepas seluruh pakaianku dan menindihnya. gila memang, aku sudah tidak peduli seandainya ada yang bangun.

kulit kami bersatu bergesekan lembut menimbulkan sensasi nikmat. dada kami menempel erat, kenyal buahdadanya terasa hangat didadaku.

kuciumi seluruh wajahnya, kemudian turun menyusuri dagunya, lehernya kujilat. tubuh novi menggelinjang, terasa kulitnya merinding.
"geli mas..." bisiknya

tubuhnya bergerak lembut karena jilatanku dilehernya kuteruskan. novi meremas pundakku.

aku turun ke dadanya, wajahmu tenggelam diantara buahdadanya.
"oohhhh..."aku mendesah pelan. gerakanku mulai cepat dan liar, kuisap, kulum, kujilati buahdadanya. tubuhku mendidih.
nafsuku yang naik mendorong tanganku meraih vaginanya. kuelus bulu-2 vaginanya, paha novi terangkat. kugosok jariku dibibir vaginanya dan mencoba masuk, paha novi merapat seolah melarang jariku masuk. kutusuk pelan lubang surganya, pantatnya bergerak keatas.kuelus klitorisnya, novi mendesah tertahan. sekitar 3 menit vagina perawan yang masih terbungkus selaput kehormatan itu mulai membuka. sekarang cengkraman novi terasa makin kuat dipundakku.
jariku lebih mudah menusuk masuk. kukocok jariku pelan, merangsang birahinya. sementara wajahku masih tenggelam diaroma harum buahdadanya.

5 menit kemudian, yang terasa seperti 5 tahun, vagina novi basah oleh cairannya sementara gerakan tubuhnya makin cepat dan teratur.

penisku mendidih meminta gilirannya. tapi aku harus sabar, aku ingin novi menikmati kesan yang dalam pada percinttan pertamanya.

kukocok jariku terus, terus...
tubuh novi terasa panas, tampaknya hampir orgasme karena dimasturbasi.
segera kuatur posisi kami berhadapan, kembali menindihnya. kubimbing tangannya agar memegang penisku.

dalam keremangan wajah novi shock mengetahui sedang menggenggam penis pria. aku tidak ingin dia terlalu lama kaget, aku takut birahinya surut.

"bantu mas memasuki vaginamu sayang..."bisikku. kugerakkan tangannya kearah lubang kenikmatannya. novi menurut.

kepala penisku menyentuh bibir vaginanya menyibak bulu lebatnya. rasa aneh menyerang tubuhku. kudorong masuk penisku. pelan..., aku tdk mau ia kesakitan
"AAHHHHHHH.......", novi mendesah

penisku hanya masuk seperempatnya. tertahan di sempit liangnya. kutarik penisku, gesekannya membuat aliran darah keotakku mulai melambat, pikiranku mulai tersumbat.

...
..."OOOOOHHHHHHH...."kami mendesah bersama

kutusuk lagi, beberapa kali tusukan sampai akhirnya..... "SLEEPP..." penisku terbenam diliang rahasia novi.

tubuhnya menegang sesaat diikuti erangan yang tertahan, "ERRRGGGGHHH".
tubuhku ikut menegang beberapa saat. aku berdiam menikmati dan mambiarkannya menikmati bersatunya alat kelamin kami.
aku meresapi setiap denyut vaginanya, aku yakin novi juga merasakan hal yang sama.

saat ini darahku berhenti mengalir, otakku tersumbat, tubuhku melayang menembus eternit.

setiap detik yang berlalu seperti berabad-abad rasanya.

aku mengocok penisku di viginanya.
'OOOOOggggggHH......MASSs....." novi terbawa nafsunya.
"jangan ribut sayang, tahan suaramu" pintaku dng suara bergetar.

setiap aku menusuk dan menarik penisku, tubuh novi bergerak tak karuan, namun lama-kelamaan gerakannya mulai teratur. pantat dan pinggulnya menari-nari , kanan-kiri, membuat jepitan vaginanya makin kuat.

penisku terasa penuh, sial aku hampir orgasme, sementara novi masih setengah.

kucabut penisku, wajahku turun ke vaginanya. novi tersentak mencoba menahanku.

sampai di vaginanya, kujilati, kuhisap klitorisnya. novi menjambak rambutku.
lidahku menerobos leluasa liangnya yang basah, licin dan berbau darah segar.

seperti seekor ular yang menggeliat di lubangnya, lidahku menggeliat nakal mengorek isi vaginanya. semua wanita manapun yang di oral tahu bgmn nikmatnya permainan ini.
novi pun jadi kesetanan, pantatnya naik-turun, tak keruan.

"SSSHHHHHH....." HEEGGGHHHH" novi mendesis, walau suaranya agak tertahan. pahanya menjepit kepalaku membuatku agak sulit bernafas.

"HHOOOOGGGHHHH....." MASS..." "AKU..........." "HEESSSSHHH......" novi tak melanjutka kata-2nya, mungkin bingung dan enak luarbiasa mencekik lehernya.

vaginanya makin basah, banjir olehludahku, lendir dan darah perawannya.
melihat tubuh novi mengejang-ngejang. kuhentikan oralku, kusergap kembali tubuhnya. penisku yang mengeras mencari liangnya yang terbuka lebar.
agak sulit kudapat pintu vaginanya sampai jemari novi dengan kasar meremas penisku dan memasukkannya kedalam vaginanya.

memburu waktu orgasmenya, kutancap kocokanku, "CEPLAK" suara kulit kami dan cairan yang beradu.

nafas yang berat, erangan, dan rintihan tertahan memenuhi ruangan.
mudah-mudahan tak ada yang terbangun.

tubuhku terbang lagi menembus surga. birahiku tumpah, nafsuku meledak,
"NOV...." "EEERRRRRGGGGGHHH" aku menceracau. tubuhku mendidih.

gerakan pinggul novi seirama dengan kocokanku. novi yang lugu tiba-2 menjadi kekasih yang mahir tanpa perlu belajar banyak, sifat liar itu keluar secara alamiah.

setelah hampir 10 menit menikmati tiap tetas kenikmatan, tubuh novi menegang kemudian disusul dengan kerjangan dan gunjangan yang hebat.
NOVI ORGASME...!
tangan novi mencengkram pantatku dan menariknya kearah vaginanya, mencoba menenggelamkan penisku ke dasar vaginanya sedalam-dalamnya.
kudorong penisku membantunya.

gerakan kami terhenti. kulit novi terasa panas namun keringatnya terasa dingin.
tiba-tiba keanehan terjadi.
dinding vaginanya menyempit meremas penisku keras. kemudian penisku seperti tersedot. terlepas kemudian tersedot lagi.
aku tdk tahu apa yang kurasakan tapi yang jelas ini membuat penisku terasa penuh, panas, terasa akan meledak. spermaku terasa mengaliri kebatang kejantananku, aku jadi ikutan orgasme. aku seperti tak bernafas untuk sesaat, kemudian,
tubuhku lemas jatuh menindih novi. keringat kami bersatu dengan aroma knikmatan terlarang.

luar biasa, aku tidak tahu apa yang terjadi dengan vagina novi. belakangan aku teringat cerita seorang supir yang sering main perempuan dan punya 3 istri, katanya ada satu istrinya yang punya vagina menyedot dan tidak semua wanita yang punya vagina langka seperti itu.

setelah kejadian malam itu, novi agak menghindariku.
tapi ada satu hal yang masih ingin kudapatkan yaitu melihat tubuh novi seutuhnya dibawah cahaya terang.

5 comments:

  1. Replies